logo psi

USUNetA

USUNETA adalah logo untuk menunjukkan suatu produk layanan akses jaringan intranet (USUnet) kampus USU. Jaringan kampus ini menggunakan wired dan wireless media. Teknologi wired media menggunakan kabel serat optik (FO) dan kabel UTP (unshielded twisted pairs). Kabel serat optik (jenis multimode dengan kapasitas maksimal 1 Gbps) digunakan untuk menghubungkan gedung-gedung utama di dalam kampus yang saat ini memiliki panjang sekitar 8.500 meter. Jaringan kabel ini akan terus dikembangkan yang ditujukan selain untuk perluasan jangkauan, juga untuk back-up jaringan dengan alternatif routing ketika terjadi gangguan pada jalur tertentu. Pada tahun 2007, topologi jaringan kampus akan mengalami perubahan dengan penambahan jaringan kabel FO sepanjang sekitar 9.000 meter, sehingga panjang FO terpasang akan mencapai 17.500 meter di dalam kampus.

Sedangkan kabel UTP digunakan di dalam gedung-gedung dengan jarak terjauh kurang dari 500 meter. Teknologi wireless media digunakan sebagai koneksi back-haul untuk gedung-gedung di lingkungan USU yang belum terjangkau oleh kabel serat optik dan UTP. Untuk itu digunakan satu menara antena utama setinggi 42 meter yang terletak di lingkungan Pusat Sistem Informasi (PSI) USU, yang memancarkan sinyal ke segala arah menggunakan antena omni.
arsitektur usunet
Gambar: Arsitektur USUnet
USUnet terhubung ke internet melalui Astinet milik PT Telkom, dengan kapasitas bandwidth saat ini adalah 30 Mbps. Jaringan kampus terhubung ke salah satu BTS (base transmission station) PT Telkom terdekat menggunakan kabel serat optik sepanjang 5.000 meter. Kapasitas bandwidth internet telah mencapai kapasitas minimum sesuai dengan standar DIKTI yaitu 1 Kb per mahasiswa. Untuk mendukung berbagai aplikasi yang dibutuhkan USU, saat ini digunakan 25 unit server pusat yang terpasang di gedung PSI.

Dalam pengembangan jaringan kampus, USU menerapkan beberapa kriteria sebagai berikut:
  • Terbuka; baik dari sisi teknologi maupun peralatan yang digunakan sehingga pengembangan jaringan tidak tergantung pada vendor, dan harus dapat mengakomodasi perkembangan teknologi jaringan ke depan.
  • Fleksibel; desain jaringan harus fleksibel untuk pengembangan selanjutnya sehingga dapat mengakomodasi aplikasi yang akan dikembangkan ke depan.
  • Tingkat ketersediaan tinggi; menggunakan fault-tolerance system sehingga pengguna dapat menggunakan berbagai aplikasi yang tersedia kapan saja.
  • Kinerja yang handal; infrastruktur jaringan yang dikembangkan harus menjamin pengguna dapat menggunakan berbagai aplikasi sesuai dengan kinerja yang diharapkan.